Kiss The Rain

Siapa yang menginginkan hujan saat rencanamu seminggu lalu sudah dipersiapkan dengan matang untuk pergi ke luar rumah. Kau tidak ingin pakaian bagusmu itu basah, tidak rela jika sepatu kilatmu itu terpercik air becek di jalanan, tidak mau menghabiskan waktu untuk menunggu di kios yang suka hati menumpangimu berteduh kemudian memarahi langit yang sedang bersedih. Sebelum hujan, angin meniupkan suhu panas yang  membuatmu kegerahan, langit kelabu mengabarkan bahwa akan ada berjuta-juta air berjatuhan ke bumi, niat mereka cukup baik, bukan? Memberikan tanda-tandanya dulu sebelum menurunkan hujan. Mungkin untuk mengingatkanmu untuk membawa payung, memberitahukan teman agar bisa menunggu sebentar di tempat kalian bertemu atau menutupi badanmu dengan jaket tebal.

“Yah, hujan nih ah!” katamu. Aku tepat berada di belakangmu, memperhatikan. Sayang, mukamu yang manis harus dilengkapi dengan alismu yang mengerut. Ah, rasanya aku ingin berada di sampingmu, mengajari bagaimana menikmati hujan semacam ini. Begini, tentu kau punya kenangan yang membuatmu tersenyum sendiri ketika mengingatnya, hujan bisa membantumu tersenyum lagi. Coba redakan dulu amarahmu, biarkan waktu berjalan begitu adanya dulu, bermainlah dengan imajinasimu bersama hujan. Pasti terasa begitu menyenangkan. Dan ya, jangan lupa dengan udaranya, menyegarkan bukan? Satu lagi, kau pasti punya begitu banyak harapan, banyak keinginan yang ingin kau penuhi kan? Kata seseorang yang aku idolakan, doa yang tidak akan tertolak adalah ketika saat hujan turun. Menyenangkan ya?

Hujan adalah berkah. Berkah untuk yang menginginkan ataupun yang tidak menginginkannya. Tergantung bagaimana kau menyikapi dan menerima hujan yang indah ini. Mungkin, ini memang sudah waktunya tempat kita untuk didatangi hujan, karena Tuhan tahu mana yang sedang mengalami kekeringan. Sedang giliran kita yang belum membutuhkan hujan harus menerimanya dengan lapang. Bahkan lebih baik lagi jika berdoa, “Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat”– HR. Bukhari.

Sepertinya, hujan sudah mulai reda. Hanya rintik air yang malu-malu jatuh ke tanah. Kau tersenyum. Yah, semoga aku bisa bertemu lagi denganmu suatu hari nanti. Jangan lupa untuk bahagia ketika hujan datang ya.

Bandung, 2 Februari 2015

00:07 AM

#30HariMenulisSuratCinta

lagi dengar lagunya Kiss The Rain-Yiruma

Advertisements