#01 Kesehatan

Bismillah..

Alhamdulillah bulan Ramadhan yang selalu dinanti umat muslim akhirnya tiba kembali. Hamba-hambaNya yang masih diberi kesempatan bertemu lagi dengan bulan penuh rahmat dari Allah ini tentu perlu persiapan yang baik untuk menyambutnya. Persiapan yang dimaksud bukan hanya persiapan fisik seperti makan apa ya di saat sahur atau buka nanti, mukena dan sajadah sudah dicuci atau segala yang bisa dilihat. Tapi, persiapan diri kita untuk mencari dan melakukan amalan yang terbaik di bulan suci ini karena ya Allah sedang melipatgandakan pahala.

Persiapan Ramadhan. Ya, salah satu yang terpenting adalah kesehatan. Oh, justru yang utama. Karena dengan badan yang sehat, stamina yang bagus, melakukan apapun pasti akan terasa mudah. Apalagi, bulan Ramadhan ini Allah sedang menabur pahala di setiap kebaikan sekecil apapun di muka bumi. Jika sakit? Sayang, terkadang melakukan ibadah pun terasa sulit. Jadi, sehatkanlah dulu tubuh kita. Aku bicara ini untuk mencambuk diri sendiri sebenarnya he he.

Sudah seminggu lebih tubuh ini tidak se-fit biasanya, setelah sakit kepala, demam datang, kemudian batuk sampai nangis-nangis. Salah sendiri juga sih sebenarnya he he. Membiarkan imun yang ada di tubuhku bekerja dengan sendirinya, “sesembuhnya aja lah, nggak usah minum obat,” kataku. Akhirnya, sakitnya nggak beres-beres kayak kuliah. Eh. Seperti jodoh, kesehatan pun harus dijemput. Dengan apa? Tentu dengan usaha kita untuk sembuh, dengan pergi ke dokter atau minum obat. Meskipun belum sehat total, iya aku sudah ada usaha untuk minum obat kok, udah. *peace*

Sebelum bulan Ramadhan datang, masyarakat sunda mempunyai tradisi untuk berkumpul bersama keluarga, kerabat atau siapapun di dua hari atau sehari sebelum 1 Ramadhan, biasanya disebut dengan munggahan. Atau istilah familiarnya silaturahim. Tepat sehari sebelum berpuasa, alhamdulillah aku bisa berkumpul dengan keluarga dan sahabat. Tapi dengan sahabat-sahabat ini, tidak menyengaja untuk munggahan. Setiap hari ahad atau sabtu memang ada mentoring yang menjadi agenda yang harus aku ikuti, karena bisa men-charge semangat hidup, ibadah serta segala macamnya, bagiku. Ya, sekalian berkumpul menambah semangat untuk menyambut bulan Ramadhan lah ya.

Mentoring di hari itu hadir tujuh orang termasuk teteh murobinya, tiga orang lagi tidak bisa hadir karena sakit. Entah kita kompakan atau gimana, sebagian besar dari yang hadir ini pun sedang tidak enak badan, termasuk aku sendiri. Saat mentoring, ada yang batuk, bersin, suaranya serak bahkan ada yang mengantuk karena sebelumnya dia minum obat. Tetapi sakit kali ini bukannya jadi lemas, justru alhamdulillah jadi banyak tertawa karena melihat tingkah kita yang pada sibuk sama sakitnya masing-masing.

Benar ada pepatah bilang kesehatan itu mahal. Yap, bukan dalam nominal, tapi karena berbagai macam aktivitas yang seharusnya bisa kita kerjakan akan hilang begitu saja. Jadi, jangan pernah mengesampingkan kesehatan. Jika sakit, harus bergegas diobati ya.

Alhamdulillah, mentoring kemarin mempererat tali persaudaraan kita. Saling mendoakan satu sama lain untuk kebaikan kita semua. Dengan silaturahim, kita jadi tahu keadaan masing-masing, agar bisa memperpanjang usia kita. Memperpanjang usia dalam artian memperpanjang dan memperbanyak kefektifan dan keberkahan usia yang diberikan oleh-Nya. Akhir kata, semoga selalu diberi kesehatan ya teman-teman, lekas sembuh kita! Dan mudah-mudahan Ramadhan tahun ini bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Aamiin.

3 Ramadhan 1437 H / 8 Juni 2016

00:08 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s