#02 Doa

Setiap manusia pasti memiliki harapan yang didalamnya terdapat kebaikan untuk dirinya atau bahkan untuk orang lain. Baik secara verbal maupun digumamkan di dalam hati, harapan-harapan itu bernama doa. Doa memang tidak terlihat wujudnya, tapi ia akan selalu sampai kepada Yang Maha Mendengar. Menampung seluruh doa-doa hambaNya yang ada di muka bumi, memilih doa mana yang akan diwujudkan secara langsung, doa yang harus ditunda dulu karena belum saatnya untuk diberikan, doa yang digantikan dalam bentuk lain dan doa mana yang ditolak. Ya, Allah bisa menolak doa kita karena bisa jadi doa itu bukan doa yang baik atau justru Ia lebih tahu mana yang terbaik untuk kita. Allah Maha Bijaksana.

Di hari kedua Ramadhan kemarin, di rumah sedang ada pesanan yang alhamdulillah agak besar, jadi seluruh anggota keluarga membantu menyelesaikannya sampai hari ini. Waktu itu, aku sedang mengerjakan pesanan berdua dengan ibu di ruang keluarga, sambil mengobrol macam-macam. Sampai akhirnya ibu cerita tentang dibalik tak terduganya pesanan ini.

“Kemarin, ibu sama ayah punya target dapat orderan yang nilainya sekian juta. Eh, nggak lama dari itu, Alhamdulillah Allah kasih teh. Ini orderan teh segitu-eun. Ibu mah percaya ya, selain ikhtiar kita yang cuman promosiin bisnis ini lewat internet, ada doa Ema (Nenek) di hasil ini. Ini pasti karena doa Ema,” kata ibu sambil meneruskan mencabut stiker ini. Ya, ini bukan soal usaha atau kehebatan seseorang, ia bisa berhasil. Tapi, karena ada doa-doa orang lain dibelakang dia yang merayu Allah agar kebaikan bisa sampai pada dirinya. Atau bisa jadi ada mereka yang selalu meng-aamiin-kan setiap doa yang selalu dia panjatkan.

Doa adalah bagian hidup yang tidak boleh terlepas dari aktivitas sehari-hari kita. Kita bisa apa tanpa-Nya? Justru sombong kalau kita tidak berdoa. Aku selalu percaya pada-Nya, setiap doa akan diberi jawaban yang baik. Tergantung bagaimana kita menerimanya.

Perihal doa, apa yang biasanya kau bicarakan dengan Tuhan? Jangan sampai keasyikan berdoa untuk diri sendiri, harus ingat pula untuk mendoakan orang-orang yang sudah berbuat baik pada kita. Biar kebaikan itu akan terus berulang dan menular kepada yang lain.

4 Ramadhan 1437 H/ 9 Juni 2016

23:25 WIB

Advertisements

#01 Kesehatan

Bismillah..

Alhamdulillah bulan Ramadhan yang selalu dinanti umat muslim akhirnya tiba kembali. Hamba-hambaNya yang masih diberi kesempatan bertemu lagi dengan bulan penuh rahmat dari Allah ini tentu perlu persiapan yang baik untuk menyambutnya. Persiapan yang dimaksud bukan hanya persiapan fisik seperti makan apa ya di saat sahur atau buka nanti, mukena dan sajadah sudah dicuci atau segala yang bisa dilihat. Tapi, persiapan diri kita untuk mencari dan melakukan amalan yang terbaik di bulan suci ini karena ya Allah sedang melipatgandakan pahala.

Persiapan Ramadhan. Ya, salah satu yang terpenting adalah kesehatan. Oh, justru yang utama. Karena dengan badan yang sehat, stamina yang bagus, melakukan apapun pasti akan terasa mudah. Apalagi, bulan Ramadhan ini Allah sedang menabur pahala di setiap kebaikan sekecil apapun di muka bumi. Jika sakit? Sayang, terkadang melakukan ibadah pun terasa sulit. Jadi, sehatkanlah dulu tubuh kita. Aku bicara ini untuk mencambuk diri sendiri sebenarnya he he.

Sudah seminggu lebih tubuh ini tidak se-fit biasanya, setelah sakit kepala, demam datang, kemudian batuk sampai nangis-nangis. Salah sendiri juga sih sebenarnya he he. Membiarkan imun yang ada di tubuhku bekerja dengan sendirinya, “sesembuhnya aja lah, nggak usah minum obat,” kataku. Akhirnya, sakitnya nggak beres-beres kayak kuliah. Eh. Seperti jodoh, kesehatan pun harus dijemput. Dengan apa? Tentu dengan usaha kita untuk sembuh, dengan pergi ke dokter atau minum obat. Meskipun belum sehat total, iya aku sudah ada usaha untuk minum obat kok, udah. *peace*

Sebelum bulan Ramadhan datang, masyarakat sunda mempunyai tradisi untuk berkumpul bersama keluarga, kerabat atau siapapun di dua hari atau sehari sebelum 1 Ramadhan, biasanya disebut dengan munggahan. Atau istilah familiarnya silaturahim. Tepat sehari sebelum berpuasa, alhamdulillah aku bisa berkumpul dengan keluarga dan sahabat. Tapi dengan sahabat-sahabat ini, tidak menyengaja untuk munggahan. Setiap hari ahad atau sabtu memang ada mentoring yang menjadi agenda yang harus aku ikuti, karena bisa men-charge semangat hidup, ibadah serta segala macamnya, bagiku. Ya, sekalian berkumpul menambah semangat untuk menyambut bulan Ramadhan lah ya.

Mentoring di hari itu hadir tujuh orang termasuk teteh murobinya, tiga orang lagi tidak bisa hadir karena sakit. Entah kita kompakan atau gimana, sebagian besar dari yang hadir ini pun sedang tidak enak badan, termasuk aku sendiri. Saat mentoring, ada yang batuk, bersin, suaranya serak bahkan ada yang mengantuk karena sebelumnya dia minum obat. Tetapi sakit kali ini bukannya jadi lemas, justru alhamdulillah jadi banyak tertawa karena melihat tingkah kita yang pada sibuk sama sakitnya masing-masing.

Benar ada pepatah bilang kesehatan itu mahal. Yap, bukan dalam nominal, tapi karena berbagai macam aktivitas yang seharusnya bisa kita kerjakan akan hilang begitu saja. Jadi, jangan pernah mengesampingkan kesehatan. Jika sakit, harus bergegas diobati ya.

Alhamdulillah, mentoring kemarin mempererat tali persaudaraan kita. Saling mendoakan satu sama lain untuk kebaikan kita semua. Dengan silaturahim, kita jadi tahu keadaan masing-masing, agar bisa memperpanjang usia kita. Memperpanjang usia dalam artian memperpanjang dan memperbanyak kefektifan dan keberkahan usia yang diberikan oleh-Nya. Akhir kata, semoga selalu diberi kesehatan ya teman-teman, lekas sembuh kita! Dan mudah-mudahan Ramadhan tahun ini bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Aamiin.

3 Ramadhan 1437 H / 8 Juni 2016

00:08 WIB

Kiss The Rain

Siapa yang menginginkan hujan saat rencanamu seminggu lalu sudah dipersiapkan dengan matang untuk pergi ke luar rumah. Kau tidak ingin pakaian bagusmu itu basah, tidak rela jika sepatu kilatmu itu terpercik air becek di jalanan, tidak mau menghabiskan waktu untuk menunggu di kios yang suka hati menumpangimu berteduh kemudian memarahi langit yang sedang bersedih. Sebelum hujan, angin meniupkan suhu panas yang  membuatmu kegerahan, langit kelabu mengabarkan bahwa akan ada berjuta-juta air berjatuhan ke bumi, niat mereka cukup baik, bukan? Memberikan tanda-tandanya dulu sebelum menurunkan hujan. Mungkin untuk mengingatkanmu untuk membawa payung, memberitahukan teman agar bisa menunggu sebentar di tempat kalian bertemu atau menutupi badanmu dengan jaket tebal.

“Yah, hujan nih ah!” katamu. Aku tepat berada di belakangmu, memperhatikan. Sayang, mukamu yang manis harus dilengkapi dengan alismu yang mengerut. Ah, rasanya aku ingin berada di sampingmu, mengajari bagaimana menikmati hujan semacam ini. Begini, tentu kau punya kenangan yang membuatmu tersenyum sendiri ketika mengingatnya, hujan bisa membantumu tersenyum lagi. Coba redakan dulu amarahmu, biarkan waktu berjalan begitu adanya dulu, bermainlah dengan imajinasimu bersama hujan. Pasti terasa begitu menyenangkan. Dan ya, jangan lupa dengan udaranya, menyegarkan bukan? Satu lagi, kau pasti punya begitu banyak harapan, banyak keinginan yang ingin kau penuhi kan? Kata seseorang yang aku idolakan, doa yang tidak akan tertolak adalah ketika saat hujan turun. Menyenangkan ya?

Hujan adalah berkah. Berkah untuk yang menginginkan ataupun yang tidak menginginkannya. Tergantung bagaimana kau menyikapi dan menerima hujan yang indah ini. Mungkin, ini memang sudah waktunya tempat kita untuk didatangi hujan, karena Tuhan tahu mana yang sedang mengalami kekeringan. Sedang giliran kita yang belum membutuhkan hujan harus menerimanya dengan lapang. Bahkan lebih baik lagi jika berdoa, “Ya Allah turunkanlah hujan yang bermanfaat”– HR. Bukhari.

Sepertinya, hujan sudah mulai reda. Hanya rintik air yang malu-malu jatuh ke tanah. Kau tersenyum. Yah, semoga aku bisa bertemu lagi denganmu suatu hari nanti. Jangan lupa untuk bahagia ketika hujan datang ya.

Bandung, 2 Februari 2015

00:07 AM

#30HariMenulisSuratCinta

lagi dengar lagunya Kiss The Rain-Yiruma

Surat Cinta Untuk Para Pencari Kehidupan

Bagi sebagian orang, hari minggu merupakan hari melampiaskan rasa lelah yang mereka tumpuk dalam enam hari kebelakang. Pelampiasan dengan cara yang berbeda tentunya, ada yang menghabiskan waktunya bersama keluarga, ada yang menggeluti kembali hobinya yang sempat ia korbankan untuk sebuah kewajiban, ada yang menyiapkan segala keperluan untuk hari terkutuk sedunia (begitu kata beberapa orang untuk menyebut hari Senin) atau meniduri waktu untuk terlelap bersama mimpi-mimpinya, hanya mimpinya. Untuk sebagiannya yang lain, hari minggu merupakan hari dimana Tuhan membagikan rezeki besar-besaran. Peran dari sebagian orang seperti ini yaitu kalian, para pedagang di pasar tumpah salah satu contohnya.

Hari Minggu ini, ada acara keluarga yang tidak direncakan tapi berhasil terlaksana. Haha bukankah lebih asik seperti itu? Tidak ada sepik. Rumah uwa ku yang dijadikan tempat untuk berkumpul di daerah Cijambe. Setiap hari minggu di jalanan menuju rumah uwa memang selalu ada pasar tumpah. Wah, benar-benar tumpah semuanya di sana. Kalian, para pengunjungnya, barang dagangan kalian, ojeg-ojeg yang mencari target seseorang yang membawa banyak belanjaan sampai mobil yang seharusnya tidak melewati jalanan itu. Super ramai! Tapi menyenangkan rasanya berbaur seperti ini ketimbang tidur terus sampai siang. Cijambe itu daerah gunung, jadi perjalanannya pun memang naik turun, nah pasar tumpah ini pun berserakan di jalan yang jalanannya menanjak, ya kira-kira 60 derajat kurang lebih tanjakannya itu. Jadi, untuk jalan pagi sambil olahraga memang cocok sekali.

Kalian ini memang luar biasa ya. Pasar tumpah ini dibuka dari jam 6 pagi atau mungkin kurang dari jam enam. Rumah kalian memang ada yang tinggal di daerah sekitar situ kan ya, tapi persiapannya pasti membutuhkan waktu yang lebih lama. Misal untuk yang menjual bubur saja, kalian harus memasak beras untuk dijadikan nasi kemudian dihaluskan lagi menjadi bubur bisa dari jam tiga subuh, ah atau kurang dari jam tiga pagi. Berapa banyak pengunjung yang datang ke pasar tumpah itu mungkin seratus lebih, kalian pun ya harus menyiapkan seratus porsi. Belum lagi membuat bumbu-bumbunya, pelengkap buburnya, lauknya. Menurutku itu keren sekali.

Dalam perjalanan aku melihat barang-barang atau jasa kalian yang diperjualbelikan untuk memenuhi kebutuhan hidup atau sekedar hobi berbisnis. Makanan untuk sarapan, pakaian-pakaian, hewan peliharaan, ATK, peralatan dan bahan favorit ibu-ibu di dapur atau yang sedang hits kembali yang menjual cincin batu. Banyak sekali ternyata peminatnya, sukses ya pak. Asal jangan bodohi kami, para pengunjung untuk mempercayakan cincin batu itu bisa menyembuhkan penyakit atau yang lainnya. Langkah demi langkah sambil menuruni jalanan ada satu yang membuatku menarik. Pria sekitar umur 30 tahunan menjual poster-poster ukuran A2 yang menggambarkan klub sepak bola, tokoh fantasi luar negeri sana sampai artis-artis lokal yang sedang bertransformasi menjadi harimau itu. Jadi ingat masa kecil SD dulu, biasanya poster-poster itu kartun, para pemain Amigos, Carita de Angle, ah atau juga para penyanyi yang menuju puncak itu. Oke sebenarnya yang membuatku menarik bukan itu, tapi barang dagangannya pria itu selain poster, yaitu alat penimbang. Beliau menawarkan bisa berupa barang bisa juga jasa. Di sebelah timbangan digital itu tertulis Rp 500. Wah, baru lihat aku yang begini. Aku pun ingin mencobanya dan hasilnya cukup memuakkan haha.

Setelah ditimbang dan berbincang dengan beliau, ternyata bisnis seperti ini dari dulu sudah ada. Sudah ada sejak zaman Soeharto katanya, bedanya kalau dulu orang yang menawarkan informasi berat badan seseorang melalui media timbangan ini berkeliling dari rumah ke rumah. Sekali lagi, ini bisnis yang keren. Sederhana tapi menghasilkan. Ya, sekedar untuk tambah-tambah keperluan sehari-hari, katanya. Jika penjualan poster ini tidak begitu laku, bisa ditambah dengan uang Rp 500 ini. See? Lima ratus rupiah menjadi sangat berharga, menjadi sekoin perak yang berharap bisa menopang hidupnya yang sudah tidak punya siapa-siapa lagi bagi orang seperti beliau ini. Keterbatasan hidupnya berubah menjadi inisiatif untuk merubah hidupnya menjadi harapan-harapan yang ia panjat dalam doa. Usahanya yang menurutku kecil menjadi pijakan untuk melompat mencari kebahagian hidupnya.

Untuk para pencari kehidupan, aku termotivasi dari kalian. Semoganya kalian menjadi semoga-ku juga untuk meminta kepada Yang Maha Pengasih.

Terima kasih untuk ceritanya, Pak.

Bandung, 1 Februari 2015

09:39 PM

#30HariMenulisSuratCinta

Just For Fun Aja

Just for fun, ikutan geje-gejean dari blog sebelah 😀

ABC About You Questions:
A – AVAILABLE: Doain aja, semoga hilang-hilangan kemarin itu yang terakhir.
B – BIRTHDAY: 25 November 1993
C – CRUSHING ON: Joe Jonas, maybe. Haha udah nggak terlalu begitu gila sama fans-fansan.
D – DRINK YOU LAST HAD: Air mineral semalem tadi habis makan nasi goreng. Hari ini belum ada minum apapun
E – EASIEST PERSON TO TALK TO: Talitha Meta Ariesya
F – FAVORITE SONG: Nggak ada lagu favorit, cuman sekarang lagi suka sama lagu-lagunya Payung Teduh, khususnya Perempuan yang Sedang Dalam Pelukan
G – GUMMY BEARS OR GUMMY WORMS: Gummy bears (yaudah jawab ajalah ya)
H – HOMETOWN: Kota Kembang yang lagi terus direnovasi sama Kang Emil.
I – IN LOVE WITH: Belum ada.
J – JUGGLE: Paling bisa ngilangin koin, tapi audiencenya harus anak kecil.
K – KILLED SOMEONE : Talitha Meta Ariesya. You know, every person has a bad disposition. I wanna kill her.
L – LONGEST CAR RIDE: Kalau pake mobil paling jauh ke Baleendah -_- masih belajar pake mobil.
M- MILKSHAKE FLAVOR: Vanilla.
N – NUMBER OF SIBLINGS: 3
O – ONE WISH: I wanna be a great Muslimah. Di mata Allah. Aamiin.
P – PERSON YOU CALLED LAST: Raisah. Bikin khawatir nih orang semalem, di LINE nggak bales-bales, Tahunya udah tidur~
R – REASON TO SMILE: LANGIT!
S – SONG YOU LAST HEARD: Nih, lagi denger lagu Payung Teduh – Kita Adalah Sisa-Sisa Keikhlasan yang Tak Diikhlaskan
T – TIME YOU WOKE UP: Masih sering bangun kesiangan 😦 Jam setengah 6.
U – UNDERWEAR COLOR/PATTERN: Lebih suka polos.
V – VEGETABLE(S): Suka sayur-sayuran tertentu aja.
W – WORST HABIT: Cemas berlebihan. Ngaruhnya ke pikiran, badan, kegiatan.
X – X-RAYS YOU’VE HAD: Never.
Y – YOYOS ARE: Yoyos teh apa?
Z – ZODIAC SIGN: Sagitarius.

Random Questions About You:
Spell your name without vowels: t-l-t-h
What color do you wear most?: Ungu.
Least favorite color?: Pink.
What are you listening to?: Payung Teduh – Kerinduan.
Are you happy with your life right now?: Sudah mulai membiasakan diri untuk membahagiakan hidup.
What is your favorite class in school?: Math. Tapi masuk kuliah sekarang ke desain, alhasil matematikanya lupa.
When do you start back at school/college?: Nanti Senin.
Are you outgoing?: Nanti siang, mau ada mentoring.
Favorite shoes? : Flat shoes.
Where do you wish you were right now?: Gunung. Ah, gunung apapun!

THE CANS:
Can you dance?: Pengen bisaaa!
Can you tie a cherry stem with your mouth?: Bisa atuh, cuman dijepit di mulut aja kan. Asal nggak dimakan.
Can you whistle?: Bisya.
Write with both hands?: Bisya. Tapi hasilnya ya beda.
Walk with your toes curled?: Emm…kalau dicoba, ada asuransinya?

THE DO’S:
Do you believe there is life on other planets?: Yup!
Do you believe in miracles?: Yup! Buat Allah apa yang nggak bisa.
Do you believe in magic?: Just a trick.
Love at first sight? Not yet.
Do you believe in Satan?: Iyah.
Do you know how to swim?: Ah, ini olahraga yang paling rileks dan lagi dilatih lagi. Pengen berenang lagi.
Do you like roller coasters?: Syuukaaa!
Do you think you could handle the stuff they eat on those reality shows?: Ngapain?

THE HAVES:
Have you ever been on a plane?: Pernah, sekali. Pengalaman pertama ke Bali haha.
Have you ever asked someone out?: Yeah.
Have you ever been asked out by someone?: Yeah.
Have you ever been to the ocean?: Yeaah.
Have you ever painted your nails?: Pernah dulu waktu masih SD, ya namanya juga anak kecil. Coba-coba.

THE WHATS:
What is the temperature outside?: Mendung-mendung gimanaaaa gitu.
What radio station do you listen to?: Ardan FM biasanya.
What was the last restaurant you ate at?: Kemarin ke Little Wings nggak pesen makan cuman White Coffee aja.
What was the last thing you bought?: Ice White Coffee ituh.
What was the last thing on TV you watched?: Nonton film pembunuhan gitu di Universal HD.

THE WHOS:
Who was the last person you IM’d?: IM teh apa?
Who was the last person you took a picture of?: Sinta sama Gina.
Who was the last person you said “I love you” to?: Ibu, tapi secara nggak langsung.

HAPPY SECTION.
Are you a happy person?: I’m trying.
What can make you happy?: Looking at Langit (lebih suka sebut langit daripada sky)
Do you wish you were happier?: Siapa sih yang nggak mau bahagia.
Can music make you happy?: Yup.

LOVE SECTION.
How many times have you had your heart broken?: Dua, eh tiga, em mungkin empat atau lima. Nggak tahu deh haha
Have you ever loved someone so much that you’d die for ? : mungkin pernah.

LOOK AT ME.
What is your current hair colour: Hitam.
Current piercings?: Lebih enak bahasanya anting kali ya? Yeah, I wear it.
Have any tatoos?: Nope.
Eye color?: Brown.

IN A BOY/GIRL:
Favorite eye color: Brown.
Short or long hair: Pendek aja ah.
Height: Iya, pengennya mah sih emang lebih tinggi dari aku.
Best clothing : Bisa sesuain sama tempat lah yaaa.

HAVE YOU EVER
Been to jail: Pernah dulu SMA. Lagi observasi.
Mooned someone: hah?
Laughed so hard you cried: Sekarang jarang. Kasian ya -_-
Cried in school: Pernah. Pernah.
Thrown up in a store: Wahahaha never.
Done something really stupid that you still laugh at today: Pernah. Kejadian ke Moko. Nggak pernah dilupain haha.
Gone skinny dipping: Atuhlah.

THIS OR THAT
Pepsi or Coke: Mungkin Pepsi. Tapi nggak begitu suka soft drink beginian.
McDonald’s or Burger King: McDonald’s mereun.
Single or Group Dates: Single. Kalau udah punya suami mah.
Chocolate or Vanilla: Vanilla.
Meat or Veggies: dua-duanya.
TV or Movie: Movie
Guitar or Drums?: Guitar.
Adidas or Nike: Emm..
Chinese or Mexican: Mexican mungkin.
Cheerios or Corn Flakes: Corn Flakes.
Cake or Pie: Pie.
MTV or VH1: MTV.